Skip to content

Saatnya Mengenal Clodi

Maret 1, 2010

Sebelum memilih clodi yang pas untuk kantong dan kebutuhan si buah hati, ada baiknya kita mengetahui berbagai jenis clodi supaya kita familiar dengan istilah-istilah dunia per ‘clodi’ an. Tak kenal maka kenalan hee

1. Flat Diaper

flat diaper

flat diaper

Tidak asing dengan gambar di atas bukan? Ya inilah yang disebut flat diaper. Melegenda di dunia perpopokan karena dari jaman dahulu sampai sekarang masih tetap digunakan. Flat diaper ini satu ukuran, jadi kita tidak perlu repot mencari-cari ukuran yang sesuai dengan si buah hati. Besar kecilnya flat diaper tergantung dari cara kita melipat. Kelebihan lainnya flat diaper ini mudah sekali dicuci dan dikeringkan. sediakan saja jemuran yang cukup luas karena ukura flat diaper ini lebar.

2. Prefold

prefold

prefold

Di Indonesia prefold tidak umum digunakan.  Prefold terbuat dari tumpukan flat diaper yang dijahit menjadi satu, dengan bagian tengah lebih tebal daripada bagian sisinya. Tujuannya untuk menyerap pipis lebih sempurna. Biasanya terdiri dari 8 lapisan. Karena ketebalan ini maka diperluakan waktu pengeringan yang cukup lama. Penggunaanya pun cukup mudah dengan melipat dan mengaitkan bagian ujung denga peniti bayi atau menggunakan snappies.

3. Diaper Cover

Ada yang menyebut shell atau celana plastik.  Biasanya digunakan dengan flat diaper. Diaper Cover adalah penutup ekstra yang digunakan untuk melapisi flat diaper atau prefold supaya tahan air. Ada berbagai bahan kain yang dapat digunakan sebagai penutup popok. Produk impor banyak menggunakan bahan yang disebut Polyurethane Laminate (PUL), yaitu kain yang di bagian dalamnya dilapisi semacam lilin sehingga tidak tembus air. Untuk produk lokal, penutup popok biasa menggunakan plastik jass baby, yaitu plastik yang lembut yang tidak melukai kulit bayi. Selain PUL dan jas baby, wol juga bisa digunakan sebagai penutup popok.

Perlu dibedakan ketahanan terhadap kebocoran antara PUL, jas baby, dengan wol atau fleece. PUL dan jas baby sifatnya anti tembus (Waterproof), sehingga air memang tidak mungkin tembus tegak lurus. Apabila menggunakan bahan yang anti tembus, bayi harus sering sering dicek karena bisa jadi celana tidak basah padahal di dalamnya sudah jenuh dengan urine dan hal ini tidak baik untuk kulit bayi.

Adapun bahan wol dan fleece sifatnya tidak anti tembus, tetapi menolak air (hidrophobic). Apabila bayi mengompol, ompol tidak serta merta tembus, karena lapisan wol menahan air untuk sementara. Pengasuh dan sprei akan aman dari ompol untuk 1 atau 2 kali pipis. Namun apabila jenuh, akhirnya air dapat tembus juga dari lapisan wol. Diaper cover jenis ini paling sehat untuk kulit bayi karena bahannya sangat berpori sehingga tidak membuat kulit gerah.

4. Lampin

lampin

lampin

Jika ingin berhemat bisa menggunakan lampin sebagai alternatif,  sifatnya waterproof  . Fungsinya sama dengan diaper cover.  Sebagai penyerapnya bisa menggunakan prefold atau flat diaper. Cenderung lebih hemat karena harganya jauh lebih murah, hanya saja masih perlu menggunakan celana lagi sebagai bagian luarnya.

5. Popok Tali

Popok jadul ini yang digunakan oleh ibu dan tante saya,  Bagian tengahnya bisa ditambahin flat diaper sebagai penyerap pipis.

6. Fitted Diaper

popok bayi yang sudah dibuat dengan pola, bentuk dan ukurannya sudah pas (fitted), beda-beda untuk tiap rentang usia bayi (petite-newborn, infant, toddler). Jadi ada ukuran newborn, S, M, L, XL . Untuk popok jenis ini biasanya tidak waterproof (butuh didobel dengan diaper-cover).

6.One Size Pocket Diaper

Berupa popok yang memiliki kantong (pocket) di bagian belakang/tengah untuk diisi lapisan penyerap.  Bagian dalam pocket-diaper dibuat dari bahan lembut yang cepat menyerap pipis namun permukaannya tetap kering (seperti fleece); sementara bagian luar popok dilapis kain yang bersifat menolak-air. Disebut one-size karena popok ini memiliki setting kancing-kancing & lipatan yang bisa diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk dipakai anak dalam rentang-usia/rentang berat-badan yang lebih panjang (dipakai dari usia 3bulan – 2tahun++ (saat anak lulus toilet training), atau dari berat 3,5 – 15 kg).  Lapisan penyerap bisa diganti dan ditambah sesuai keinginan, bisa menggunakan handuk, tetra, dan bahan lainnya yang tingkat penyerapannya tinggi. Jenis bahan yang populer digunakan sebagai insert adalah microfiber terry, yaitu sejenis handuk yang memiliki serat lebih kecil dan daya serapnya sangat tinggi. Untuk penggunaan yang lebih lama, misalnya malam hari, lapisan insert dapat ditambah untuk menambah daya serap. Jenis ini sedikit lebih merepotkan daripada AIO, karena harus memasukkan insert sebelum dipakai, dan mengeluarkannya sebelum dicuci. Namun, karena lapisan penyerap dapat dipisahkan, maka dapat dijemur terpisah dan lebih cepat kering daripada AIO.

7. AIO (All In One) Diaper

berupa popok kain yang lapisan luar & lapisan-penyerap-ompol didalamnya dijahit menyatu, sehingga lebih praktis digunakan. Tidak perlu memasang inserts, prefold, atau flat diaper. Kancingnya bisa berupa perekat velcro atau kancing jepret (snaps). Hanya saja karena dijahit menyatu, bentuknya jadi bulky & tebal (di sekitar pantat) sehingga butuh waktu lebih lama untuk kering setelah dicuci. Beberapa produsen ada yang membuat AIO diapers dengan berbagai ukuran (S,M,L, dkk), tapi sekarang ada juga AIO diapers yang dibuat dengan  ukuran one-sized (untuk digunakan mulai berat badan 3-15 kg).

8. Insert

Sejatinya insert dipakai untuk one-size pocket diaper. Beberapa merk ada yang menyebutnya sebagai soaker atau booster. Insert ini adalah lembaran kain penyerap ompol yang dimasukkan (inserted) kedalam kantong pocket-diaper. Dibuat dari bahan yang terkenal berdaya serap tinggi seperti microfiber, terry (sejenis handuk), hemp, bamboo-fibre atau katun.  Biarpun selembar insert ini kelihatan tipis tapi memiliki dayaserap & daya-tampung cairan yang besar (ada bahan insert yang tahan menyerap ompol yang diproduksi bayi selama 3-5 jam).

Note : flat diaper, prefolds maupun kain alas ompol yang dilipat-lipat bisa juga dimanfaatkan sebagai insert, tapi popok akan tampak tebal & bulky di daerah sekitar pantat. Insert juga bisa digunakan

9. Nappy Liner

Selembar kertas atau kain tipis yang diletakkan di atas popok kain untuk “menangkap” poop bayi. Nappy liner dibuat dari bahan yang tidak mudah koyak kalau terkena air. Memudahkan pipis terserap ke kain popok sekaligus menahan pup supaya tidak menempel di kain popok. Sehingga popok lebih mudah dibersihkan dan tidak bernoda kuning-kuning.  Umumnya poop yang tertahan di nappy liner harus tetap disiram ke toilet kemudian  nappy liner dibuang .Namun  ada juga nappy liner yang bersifat biodegradable & flushable sehingga nappy liner dan pooptinggal diraup & dibuang semua ke kloset. Untuk nappy-liner dari kain tipis, bisa dicuci dan dipakai-ulang. Nappy liner bisa dipakai pada semua jenis popok kain dari popok-jadul, prefolds, pocket diaper, sampai all-in-one diaper .

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: