Skip to content

Kenali Bahaya Sampah Plastik

Februari 26, 2010

sampah bantar gebang

Mungkin di sinilah tempat akhir sampah-sampah yang setiap hari kita buang baik sampah organik maupun anorganik. Pernahkan terpikirkan di benak kita bahwa tempat tersebut adalah sarang racun? Iya ditempat itulah tempat racun yang ditimbulkan oleh tangan-tangan kita sadar atau tidak sadar. Bau yang menyengat, pandangan yang tidak sedap lebih menguras perhatian kita daripada dampak berbahaya yang akan ditimbulkan dari sampah-sampah terutama sampah plastik. Racun ini tidak berbau,berwarna,dan berasa namun berdampak buruk dalam jangka panjang seperti kanker,kerusakan syaraf, gangguan reproduksi dll.

Dahulu alat pembungkus makanan dengan daun, namun sekarang alat pembungkus beralih menggunakan plastik dengan alasan kepraktisan. Daun lebih mudah diurai secara alami oleh alam karena sifatnya yang organik. Bahkan hasil uraiannya bisa bermanfaat. Berbeda dengan sampah plastik yang bersifat anorganik, sampah plastik dibuat dari bahan sintetis. Umumnya menggunakan minyak bumi sebagai bahan dasar, ditambah bahan-bahan tambahan yang umumnya merupakan logam berat (kadnium, timbal, nikel) atau bahan beracun lainnya seperti Chlor. Racun dari plastik ini terlepas pada saat terurai atau terbakar.Penguraian plastik yang memakan waktu puluhan tahun akan melepaskan berbagai jenis logam berat dan bahan kimia lain yang dikandungnya. Bahan kimia ini terlarut dalam air atau terikat di tanah, dan kemudian masuk ke tubuh kita melalui makanan dan minuman.

Lalu apa yang dikeluarkan ketika sampah plastik ini dibakar? Apakah hanya asap saja? Jawabannya tentu tidak. Ketika dibakar sampah akan menghasilkan salah satu bahan paling berbahaya di dunia, yaitu Dioksin. Dioksin adalah salah satu dari sedikit bahan kimia yang telah diteliti secara intensif dan telah dipastikan menimbulkan Kanker. Bahaya dioksin sering disejajarkan dengan DDT, yang sekarang telah dilarang di seluruh dunia. Selain dioksin, abu hasil pembakaran juga berisi berbagai logam berat yang terkandung di dalam plastik.

Kita sebagai ayah dan ibu pasti ingin anak dan cucu kita bisa hidup sehat dan masih bisa menikmati bumi yang hijau, udara yang segar, dan bumi yang bersih. Dari cita-cita inilah setidaknya kita mulai mendidik diri kita untuk bijak dalam menggunakan plastik dengan memahami prinsin 3R yaitu Reuse (menggunakan kembali), Reduce (mengurangi) dan Recycle (mendaur ulang). Selain meminimalisir dampak bahaya plastik juga akan menghemat pengeluaran kita. Mari sayangi bumi kita.

One Comment leave one →
  1. Agustus 16, 2010 8:18 am

    melihat bahaya2 yang ditimbulkannya, sudah saatnya kita mengurangi penggunaan kantong plastik.

    sudah punya tas baGoes? baGoes adalah solusi nyata untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik. Selain bisa dilipat menjadi gantungan kunci, baGoes dapat mengganti hingga 1000 kantong plastik.

    info lebih lanjut mengenai tas baGoes bisa dilihat di http://shop.greeneration.org

    yuk sebarkan pengurangan penggunaan kantong plastik ini, untuk mendukung terwujudnya Indonesia tuntaskan sampah!🙂

    Salam,

    Reta Yudistyana
    Greeneration Indonesia


    Greeneration Indonesia
    green attitude green environment
    Kanayakan D 35 . Bandung 40135
    Jawa Barat – Indonesia
    Telp/Fax: +62-22-2500 189
    Email: info@greeneration.org
    Web: http://www.greeneration.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: